Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 September 2012

Plafon Dengan Gipsum Dekoratif




Banyak cara dapat Anda tempuh untuk mempercantik rumah. Salah satunya adalah "merias" langit-langit rumah dengan memanfaatkan papan gipsum.

Papan gipsum relatif murah. Jadi, dengan anggaran yang terbatas, rumah impian Anda sudah dapat Anda wujudkan.

Kelebihan langit-langit dari papan gipsum

Setinggi apapun plafon rumah, Anda dapat menggunakan gipsum. Papan gipsum tersedia dalam berbagai gaya, corak, dan ukuran. Mulai dari gaya minimalis, sampai gaya klasik, Anda tetap bisa memanfaatkan material ini.

Sifat papan gipsum juga tidak mudah terbakar. Walaupun terkena api, papan gipsum tidak akan menghasilkan substansi berbahaya. Hanya, papan gipsum lebih rentan terhadap air. Jika terkena air, jamur mudah tumbuh.

Menambah keindahan ruangan

Dengan menggunakan papan gipsum, Anda dapat menciptakan kesan dramatis pada sebuah ruangan. Anda bisa mengolah langit-langit dan dinding untuk membuat ruangan tersebut menjadi menarik.

Ya, papan gipsum dapat Anda manfaatkan untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dan cantik dalam berbagai ukuran. Apalagi melihat gipsum dekoratif di langit-langit kamar setiap bangun tidur, tentu rasanya menyenangkan.

Kesan dramatis

Sebagai tips, Anda bisa memainkan pencahayaan ruangan untuk mendapatkan kesan lebih dramatis pada kamar Anda. Karena papan gipsum juga pandai menyembunyikan lampu ruangan sinarnya tidak menyorot langsung, melainkan dipantulkan. Dengan cara ini, selain bentuknya unik, lampu yang tidak langsung menyorot cocok untuk tempat beristirahat dan terasa lebih nyaman.

Mengecat papan gipsum

Sebelum melakukannya, pastikan dulu Anda telah menutup semua area yang tidak ingin Anda cat dengan selotip. Jangan lupa juga lapisi lantai dengan plastik atau koran untuk menghindari lantai dari cipratan cat.

Ada baiknya, bagian yang menyambung dengan kayu, jendela, atau lis pintu Anda cat dengan menggunakan kuas kecil. Dengan begini, Anda terhindar dari cat yang "mengotori" bagian-bagian yang tidak ingin dicat.

Minggu, 12 Agustus 2012

Antara Bata Merah dan Bata Ringan




Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding sudah jamak kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih punya tempat dihati masyarakat kendati sudah banyak gempuran teknologi sipil dengan berbagai rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan, karena selain sudah teruji kekuatannya, juga mendapatkannya pun tidak susah. hampir disetiap daerah menggunakan bata merah ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24x12x6 cm cukup murah dan mudah didapat, merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar berupa tanah liat (lempung), dimana proses pembuatannya biasanya dilakukan secara tradisional (manual) atau jika merupakan industr kadang ada yang dikerjakan di pabrik, meskipun pabriknya pun menggunakan mesin yang tradisional. Karena pembuatan bata yang manual, ukuran maupun bentuk tekstur dari bata tersebut sering tidak presisi. Tetapi karena memang berada didalam dinding, kadang hal ini tidak merupakan masalah.

Teknologi sipil terus berkembang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Atas latar belakang inilah, diciptakannya bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durabel) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan,



serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

BATA MERAH

Bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan mineral-mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu, biasanya 24x12x6 cm. Setelah dicetak dengan ukuran tersebut, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Fase selanjutnya melewati proses pengeringan, bata merah itu dibakar dalam tungku untuk membuatnya kuat dan tahan lama. Bata merah yang bagus akan keras, tahan api, tahan terhadap pelapukan, dan cukup murah, sehingga berperan penting dalam membuat dinding dan lantai.

Spesifikasi batu merah

  • Berat jenis kering (ρ) : 1500 kg/m3
  • Berat jenis normal (ρ) : 2000 kg/m3
  • Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
  • Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
  • Tebal spesi : 20 – 30 mm
  • Ketahanan terhadap api : 2 jam
  • Jumlah per luasan per 1 m2 : 70 - 72 buah dengan construction waste

Kelebihan Bata Merah
  • Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
  • Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
  • Mudah untuk membentuk bidang kecil.
  • Murah harganya.
  • Mudah mendapatkannya.
  • Perekatnya tidak perlu yang khusus.
  • Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
Kekurangan Bata Merah
  • Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi.
  • Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
  • Siarnya besar-besar cenderung boros dalam penggunaan material perekatnya.
  • Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
  • Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
  • Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
  • Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.

BATA RINGAN

Material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durable) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus dan memiliki tingkat kerataan permukaan yang baik.

Bata ringan diciptakan dengan tujuan memperingan beban strukur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

Memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm dan tebal 75,100, 125, 150, 175, 200 cm. Adonannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

Spesifikasi

  • Berat jenis kering : 520 kg/m3
  • Berat jenis normal : 650 kg/m3
  • Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
  • Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
  • Tebal spesi : 3 mm
  • Ketahanan terhadap api : 4 jam
  • Jumlah per luasan per 1 m2 : 22 - 26 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan
  • Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  • Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  • Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  • Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
  • Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
  • Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
  • Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  • Kuat tekan yang tinggi.
  • Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi. Kekurangan bata ringan
  • Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
  • Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
  • Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
  • Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
  • Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  • Agak susah mendapatkannya. Hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini dan penjualannya pun dalam volume besar.

PERBANDINGAN HARGA BAHAN
Untuk Bata Merah Pres Mesin harga per buah adalah Rp 500,- sedangkan bata merah proses tangan harga per buahnya adalah Rp 350. Dalam 1 m2 dinding bata merah membutuhkan sekitar 70 bata. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp 350 x 70 bata atau senilai Rp. 24.500,-. Bahan lain yang diperlukan adalah semen PC sebanyak 14 kg dan pasir pasang sebanyak 0,04 m3. Jadi 1 m2 bata merah butuh bahan sebagai berikut:
  • - 70 bata x Rp. 350 = Rp. 24.500,-
  • 14 Kg Semen PC x Rp. 1.070 = Rp. 14.980,- (Harga Semen Gresik 50 Kg adalah Rp. 53.500,-)
  • 0.04 m3 pasir pasang x Rp. 145.000,- = Rp. 5.800,- Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata merah adalah Rp. 45.280,-

Sedangan Bata Ringan ada yang menawarkan dua ukuran. Yakni ukuran 600 x 200 x 100 mm yang dijual sekitar Rp 13.000,- per blok atau Rp 1.000.000,- per m3 dan ukuran 600 x 200 x 75 mm harganya sekitar Rp 9.750 per blok atau Rp 1.080.000 per m3. Dalam 1 m2 bidang dinding membutuhkan bata ringan, sebanyak kurang lebih 8,5 bata ringan. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp13.000,- X 8,5 bata atau senilai Rp110.500,- per m2. Bahan lain yang diperlukan bahan perekat berupa semen instant mortar sebanyak 4 kg. Jadi 1m2 bata ringan butuh bahan sebagai berikut:
  • 8,5 bata ringan x Rp. 13.000,- = Rp. 110.500,-
  • 4 kg mortar x Rp. 2.340,- = Rp. 9.360,- Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata ringan adalah Rp. 119.860,-

Perbandingan diatas merupakan perbandingan harga bahan untuk dinding tanpa plester dan tentunya tidak menghitung upah pekerja. Bisa dilihat bahwa bata ringan lebih mahal 2 kali lipat lebih dari bata merah.

KESIMPULAN

Bata ringan memiliki bobot ringan namun memerlukan bahan yang mahal, sedangkan bata merah memiliki bobot lebih berat namun biaya pekerjaannya murah. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa jika pembangunan bangunan rendah seperti rumah tinggal disarankan untuk memakai material bata merah saja, karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding.

Sedangkan untuk proyek pembangunan bangunan tinggi disarankan untuk memakai material bata ringan sebagai pasangan dinding, karena sifatnya yang ringan dapat mengurangi beban yang membebani konstuksi gedung sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk struktur bangunan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tampil Natural Dengan Limbah Kelapa



Limbah kelapa ternyata bisa menjadi bahan olahan bermanfaat bagi produk material rumah tangga. Fungsinya sebagai pelapis lantai, dinding hingga plafon yang ramah lingkungan.
Keindahan rumah sejatinya bisa didapatkan darimana saja, dan pilihannya pun beragam. Namun, produk yang satu ini terbilang unik lantaran diperoleh dari hasil limbah tempurung kelapa. Jika dahulu limbah tempurung kelapa hanya difungsikan sebagai arang pembakar, kini telah dimanfaatkan sebagai sesuatu yang indah, alami dan nyaman dipasang di rumah.

Hasil limbah tempurung kelapa ternyata bisa menjadi elemen interior penutup lantai, dinding dan plafon, yang diwujudkan dalam bentuk tile (keramik). Bentuknya berupa kepingan-kepingan batok kelapa berukuran 3 cm x 3 cm, yang disatukan menjadi bentuk lembaran berukuran 42 cm x 42 cm, baru kemudian siap digunakan. Salah satu produsen hasil limbah tempurung kelapa adalah PT Cocomosaic Indonesia. Cocomosaik merupakan tile (keramik) mosaic yang diproduksi secara pabrikasi. “Ini wujud kepedulian kami memanfaatkan limbah menjadi bernilai ekonomis buat lingkungan terkait dengan isu global belakangan ini,” kata Tri Arta Sales Executive PT Cocomosaic Indonesia. Tak hanya itu, agar tetap ringan, kuat, awet dan tidak terserang rayap limbah tempurung kelapa selalu diolah dengan tepat.


Adapun proses penyambungannya menggunakan perekat silikon yang dikerjakan secara manual, sehingga mudah diaplikasikan pada dinding, lantai atau plafon berkualitas dan ramah lingkungan. Sebagai penutup lantai, keramik mosaic dari kepingan batok kelapa ini bisa membuat lantai rumah Anda tampak indah, alami dan nyaman dihuni. Selain itu, cocok diterapkan untuk semua tipe dan gaya rumah Anda. Pada sisi lain, warna-warna yang ditampilkan pun sesuai aslinya, natural, dan adapula warna-warna lain seperti hijau ungu, oranye dan merah, atau warna-warna eksotis, sesuai kebutuhan dan selera. Cara pemasangannya sangat mudah karena hanya menggunakan lem silicon pada permukaan sisi belakang keping yang akan dilekatkan pada dinding, lantai atau plafon. Untuk pelapis dinding, proses pemasangannya juga sangat mudah. Karena produk ini bisa dipasang dengan menggunakan lem silicon pada empat sisi lembar pelapis dan pola silang ditengah lembaran, kemudian direkatkan pada bidang yang diinginkan.

Jadi, saat kini lupakan limbah kelapa jika menjadi sampah yang tak berguna, karena limbah kelapa juga sangat bermanfaat menyulap tampilan rumah Anda menjadi natural.





“limbah tempurung kelapa yang biasanya hanya difungsikan sebagai arang pembakar, kini telah dimanfaatkan sebagai sesuatu yang indah, alami dan nyaman dipasang di rumah.”

Cara Pemasangan
  • Bersihkan bidang dinding dan plafond yang akan diaplikasikan.
  • Gunakan lem silicon pada sisi belakang dan samping permukaan panel, dalam bentuk grid 8 x 8
  • Tempel panel kelapa pada dinding, dan tekan selama 5 detik. Pastikan seluruh sisi panel menempel dengan sempurna pada dinding.
  • Untuk panel berikutnya, pastikan posisinya menerus/ menyambung dengan panel sebelumnya. Beri jarak 3 mm antara ubin untuk nat. Jika tidak menggunakan nat, beri jarak 1-2 mm.

Solusi Pengganti Bahan Kayu


 

Pesona kayu sebagai ornamen pada hunian memang terasa lebih alami dan memberikan kesan eksklusif pada rumah tinggal. Apalagi, berkat teknologi yang makin berkembang ornamen jenis ini banyak ditemukan di pasar.

Salah satunya adalah bahan baku kayu komposit yang banyak digunakan sebagai alternatif pengganti ornamen kayu di rumah. Penampilannya pun tak jauh beda dengan kayu solid, lengkap dengan goresan yang menjadi ciri khas sang kayu. Kayu jenis ini bahan bakunya terbuat dari campuran serbuk kayu yang sudah di daur ulang, Polivinyl Chloride (PVC) serta serbuk organik lainnya sebagai pengikat. Kandungan PVC yang terdapat pada kayu komposit membuatnya jauh lebih tahan terhadap air, sehingga tak masalah jika dijadikan pelapis dinding atau lantai pada daerah rawan banjir. Bahkan pada kamar mandi maupun kolam renang sekali pun. Uniknya lagi, selain tahan air dan lembab, kayu komposit ini bebas rayap dan tidak merambatkan api, sehingga tidak akan lapuk layaknya kayu padaumumnya.

Namun, untuk menjaga penampilan fisiknya, biasanya dapat diberikan cat pelapis anti ultra violet agar sengantan sinar matahari tidak memudarkan warnanya. “Kayu komposit ini telah terbukti tahan terhadap segala cuaca serta memiliki daya tahan tinggi untuk kondisi ekstrim. Juga ramah lingkungan karena dapat di daur ulang untuk kemudian diproduksi kembali,” kata Sony dari designers gallery.

Bisa Diaplikasikan Dimana Saja

Salah satu penyedia solusi menyempurnakan rumah Anda adalah Designers Gallery. Designers Gallery merupakan showroom yang menyediakan konsep produk-produk perabot rumah yang eksklusif untuk memenuhi kebutuhan akan finishing material interior rumah. Produknya meliputi granite tile bermerek Bode dan DS Boards (panel dinding dan plafon) dan dilengkapi juga dengan jasa konsultan desain interior untuk kebutuhan karakter penghuni. “Produk designers gallery sangat cocok pada hunian Anda. Karena, mudah di aplikasikan pada ruang tamu, ruang makan, dapur, plafon hingga teras. Sementara untuk ruang luar, produk ini bisa juga digunakan pada kolam renang. Limpahan air tak perlu di hiraukan karena, tahan terhadap cuaca dan air,” tukas Sony.

Sedangkan jenis dan tipenya terdiri dari ubin kayu berukuran 60x60 cm dan 80x80 cm bertajuk Pure Colour Series,Lucky Star Series, 60x60 cm dan 80x80 cm, Silver Stone Series, 60x60 cm dan 80x80 cm, Stome Stone Series 60x60 cm, Mayfair Series, 60x60 cm, Expansive Star Series, 60x60 cm, Silkworm Art Series, 60x60 cm, Nature Regression Series, 60x60 cm dan Hole Stone Series 60x90 cm. Jenis lainya adalah Ceiling & Wall Panel berukuran 306x10x1,2 cm yang dapat diaplikaskan pada semua ruang. Decking, papan dek dengan warna dan tampilan kayu alami berukuran 306x12,5x2,5 cm, serta Deck Tile, ubin kayu komposit siap pakai dengan tampilan alami berukuran 30x30x2 cm.

Jadi, dengan hadirnya kayu komposit dengan segala kelebihannya, Anda kini tak perlu lagi khawatir akan rayap atau banjir pada hunian , karena kayu komposit adalah solusinya.

Tahukah Anda?
  • Produk kayu komposit tersusun atas serbuk kayu daur ulang, serbuk bambu, Polyvinyl Chloride (PVC), dan beberapa macam zat organik sebagai pengikat.
  • Tampilan ubin kayu komposit tak berbeda dari kayu. Bahkan lebih praktis, dengan bobot lebih ringan dan finishing yang tidak memerlukan pengamplasan, cat dasar, maupun sealant.
  • Kayu komposit termasuk material siap pakai. Dapat diaplikasikan sebagai pelapis lantai, dinding, plafon, window blinds, dimanapun di area indoor maupun outdoor
  • Pemasangannya sangat mudah dan cepat, dapat dilakukan sendiri tanpa peralatan dan tukang, hemat biaya dan waktu. Dapat diganti dan dipindahtempat tanpa perlu membongkar lantai.
  • Tidak merambatkan api, tidak terpengaruh cuaca, dapat di daur ulang, tahan air dan lembab, bebas rayap, dan tidak mengandung racun.
  • Proses pembuatannya tidak menggunakan proses pembakaran.

Jumat, 10 Agustus 2012

3 Jenis Struktur Atap Carport




Desain carport terdiri atas bagian lantai, dinding, dan struktur penahan atap, serta rangka penutup atap. Bagaimana struktur atapnya?

Struktur penahan rangka atap carport dapat dikategorikan menjadi tiga tipe:

  • Struktur yang berdiri sendiri : struktur berdiri sendiri dapat ditopang pada keempat titik utama, atau bisa juga hanya dengan dua titik utama dengan menggunakan sistem kantilever. Kolom-kolom penopang dapat dipilih dari kolom beton, kayu, besi, baja, atau kombinasi di antara material tersebut. Tampilan luar kolom dapat dipilih sesuai dengan konsep desain carport.
  • Struktur menempel sebagian : carport yang berada sangat dekat dengan bangunan utama akan memiliki keuntungan. Rangka atap dapat dibuat menempel dengan rumah. Cara ini membuat biaya konstruksi carport lebih hemat. Hanya dengan dua titik penopang, carport sudah cukup kokoh. Agar tampilan menarik, konstruksi carport sebaiknya menggunakan sistem dan material yang sejalan dengan konstruksi rumah serta fasad utama.
  • Struktur gantung : struktur gantung merupakan struktur kantilever dengan sling besi ataupun sling baja. Sistem ini memungkinkan penutup atap menggantung bebas tanpa membutuhkan kolom tambahan. Diperlukan material yang ringan untuk rangka atap dan penutupnya. Struktur semacam ini biasanya menggunakan jenis atap datar.

Kamis, 17 Mei 2012

7 Langkah Mengganti Lantai Parket yang Rusak




Lantai berbahan parket mudah mengalami kerusakan karena berasal dari kayu olahan. Namun, Anda tak perlu lekas panik karenatile kayu yang rusak pada parket dapat diganti tanpa perlu membongkar seluruhnya.

Lantai parket olahan biasanya rusak karena paparan air, gesekan benda tajam, pergerakan tanah, peningkatan suhu plester semen atau kesalahan dalam pemasangan. Untuk memperbaikinya, Anda perlu memperhatikan sistem pemasangannya, apakah dengan tipe lidah-mulut, klik, atau lem-paku.

Tipe lidah-mulut dan klik cirinya saling mengunci, sementara sistem lem-paku dilakukan dengan memberi perekat dan mengikatnya dengan paku. Sistem yang terakhir ini banyak digunakan untuk lantai parket kayu solid yang biasanya mengalami susut muai. Berikut ini adalah tujuh langkah memperbaiki lantai parket kayu Anda dengan sistem lidah-mulut dan klik:

Lepas lantai parket yang rusak

Ambil bor dan kemudian Anda mengebor sekeliling lantai parket yang rusak. Setelah itu, cungkil dengan alat catut dan palu. Namun, pastikan Anda tidak merusak lantai parket sekitarnya.

Kerok adhesive di bawah lantai parket rusak

Setelah parket terlepas, Anda akan menemukan sisa-sisa lem adhesive di bawahnya. Hilangkan sisa-sisa lem tersebut dengan alat pengerok.

Cari parket pengganti

Agar lantai tetap tampil sama, maka Anda harus memasang parket pengganti dengan warna senada. Namun, Anda kerapkali tidak memiliki simpanan dari pemasangan parket lama sehingga tidak bisa lekas diganti. Untuk menyiasatinya, jika masih menyimpan kemasan paket terdahulu, bisa Anda bawa dan tunjukkan ke toko material sehingga Anda mendapat parket senada. Namun, jika tetap tidak ada, bawa parket rusak ke toko material untuk dicarikan warna senada.

Biarkan parket baru di ruangan selama 24 jam

Letakkan parket pengganti di dalam ruangan minimal 1 hari. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan temperatur dan kelembaban udara. Anda juga akan mengetahui apakah parket tersebut akan memuai atau menyusut secara signifikan sehingga timbul masalah setelah pemasangan. Namun, umumnya tidak banyak jenis lantai kayu memuai dan susut, sehingga risiko ini tidak akan Anda hadapi.

Aplikasikan adhesive

Pastikan seluruh bagian dari parket yang rusak dan sisa-sisa adhesive sudah hilang. Kemudian, aplikasikan lem pada dasar lantai, lalu tunggulah beberapa saat sampai lem agak mengeras dan lengket.

Pasang lantai parket baru

Masukkan parket yang baru dengan bagian lidahnya terlebih dahulu ke dalam mulut pengunci pada parket sebelahnya. Jika bagian sisanya masih menggantung, pukul parket dengan hati-hati menggunakan palu. Tujuannya supaya benar-benar masuk dan terkunci pada rangkaian lantai parket.

Finishing lantai yang baru
Jika rangkaian parket lama diberi finishing, begitu pula parket baru. Hal ini perlu dilakukan agar warnanya senada. Untuk itu, seragamkanlah bahan finishing dengan bahan yang terdahulu. Biasanya, lantai kayu di-finishing menggunakan minyak kayu atau pernis.


Sumber : http://properti.kompas.com/index.php/read/2012/05/16/17053023/7.Langkah.Mengganti.Lantai.Parket.yang.Rusak

Selasa, 15 Mei 2012

Tujuh Kiat Memasang Cermin di Dinding




Sesuaikan dengan desain ruangan, perhatikan teknis pemasangan, dan jangan lupa pakai peralatan keamanan kerja.

Dulu, cermin hanya digunakan sebagai pelengkap ketika merias diri. Aplikasinya dibingkai dan digantung di dinding. Kini cermin banyak dipakai untuk membuat ilusi ruang. Ruang yang sempit pun tampak lebih luas.

Aplikasinya cermin dipasang pada bidang dinding yang luas. Seperti dipasang menerus dari lantai sampai plafon. Proses pemasangan tidak rumit. Hanya saja, cermin yang cenderung rapuh dan mudah pecah membutuhkan kehatian-hatian ekstra. Agar maksimal ada 7 (tujuh) hal yang harus Anda perhatikan

1. Perencanaan desain yang matang

Lakukan perencanaan desain di awal, karena akan berpengaruh pada jenis cermin dan teknik pemasangan. Tentukan letak cermin, bisa pada satu bidang dinding penuh atau sebagian saja. Cermin yang dipasang di satu sudut ruangan seukuran pintu juga bisa memberi ilusi ruang di balik dinding. Syaratnya letakkan furnitur bersebelahan dengan dinding kaca agar ilusi tercipta sempurna.

Bidang cermin yang lebar juga bisa dimodifikasi dengan membuat potongan-potongan cermin dan menyusun seperti puzzle hingga menutupi seluruh dinding. Bisa juga dipadukan dengan material lain sesuai desain yang Anda inginkan. Tentukan juga cermin akan memakai bingkai atau atau tidak. Ini akan mempengaruhi teknik pemasangan dan ketebalan cermin yang digunakan.

2. Pengukuran yang akurat


Ukur dengan cermat bidang dinding yang akan dipasang cermin. Jika desain dinding terbuat dari potongan cermin, jangan lupa catat juga ukuran tiap potongan cermin. Pastikan ketika potongan cermin itu telah tersusun, berada pas di bidang dinding. Ketelitian pengukuran ini digunakan juga sebagai pedoman saat memesan dan memasang cermin.

3. Pilih jenis cermin yang tepat

Ada dua jenis cermin yang biasa digunakan untuk interior. Jika ingin memberikan efek luas pada ruangan gunakan cermin biasa dengan pantulan sempurna. Jika ingin suasana ruang lebih elegan dan cozy gunakan bronze mirror . Cermin yang berefek perunggu ini biasa dipadu dengan pencahayaan yang hangat.

4. Perhatikan ketebalan cermin

Desain cermin yang akan dipasang berpengaruh pada ketebalan cermin. Gunakan ketebalan cermin 5mm untuk aplikasi cermin tanpa pigura (frameless) di bidang yang luas. Jangan gunakan ketebalan di bawah itu, karena cermin akan melendut dan menghasilkan bayangan ruang yang distorsi. Sedangkan desain cermin yang menggunakan pigura di tepi cukup menggunakan cermin dengan ketebalan 3mm. Ini karena pigura ikut menahan posisi cermin.

Jika ingin menggunakan potongan cermin yang disusun dalam bentuk puzzle bisa menggunakan ketebalan 3mm untuk ukuran sekitar 30cmx30cm. Gunakan ketebalan yang seragam jika menggunakan potongan cermin kecil-kecil yang disusun pada satu bidang dinding, agar tampilan dinding rata.



5. Beli cermin sesuai ukuran yang dibutuhkan

Cermin memiliki modul 1,2m x 2,4m. Jika menginginkan cermin dalam potongan yang lebih kecil bisa langsung Anda pesan di toko bangunan. Disana mereka akan memotong sesuai ukuran yang dibutuhkan sekaligus menumpulkan bagian tepi agar tidak berbahaya.

Sebaliknya, jika ukuran cermin yang Anda butuhkan lebih lebar dari modul cermin, maka harus disambung. Letak sambungan ini lebih baik dikonsultasikan dengan desainer agar tampilan sambungan tidak menggangu pandangan.

6. Perhatikan material dinding

Sebelum memasang cermin cek terlebih dahulu material dinding yang akan dilapis cermin. Dinding bata umumnya cukup kuat menahan beban cermin. Pada aplikasinya, cermin tidak akan dipasang langsung di atas permukaan dinding bata. Melainkan direkatkan pada backpanel yang sudah dikaitkan ke dinding bata. Ini karena permukaan dinding bata tidak rata dan rawan rembes. Backpanel dapat terbuat dari plywood .

Berbeda dengan dinding bata, gipsum tidak kuat menahan beban cermin. Karena itu, jika dinding terbuat dari gipsum, lepas terlebih dahulu gipsum dari rangkanya. Ganti dengan panel plywood setebal 9mm. Setelah itu, cermin bisa langsung diaplikasikan dengan double tape dan lem kuning.

7. Pakai peralatan keamanan

Cermin adalah material yang rapuh dan mudah pecah. Jangan sampai pecahan cermin melukai Anda. Karena itu gunakan standar peralatan keamanan seperti kacamata dan sarung tangan untuk mencegah kecelakaan saat kerja.


Senin, 14 Mei 2012

Cara Memilih Keramik




Banyak pilihan yang bisa digunakan untuk menutup lantai dan dinding rumah. Salah satu bahan yang biasa dipilih adalah keramik. Apabila pilihan Anda jatuh pada keramik, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga tak salah dalam memilih dan menempatkannya di rumah Anda.

Jangan sekeping

Saat memilih keramik, sebaiknya tak hanya melihat satu keping saja. Usahakan menggelar beberapa keping keramik sekaligus, sehingga Anda dapat memprediksikan gambaran bagaimana susunan keramik ketika nanti terpasang.

Perhatikan kualitas keramik

Bila yang dipasang adalah keramik KW 1, tentu tak jadi masalah. Namun, keramik KW 2 atau KW 3 akan dengan presisi yang rendah akan lebih susah dipasang. Untuk itu nat keramik harus longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,2-0,5 mm sehingga keramik tidak saling bertubrukan.

Lihat desainnya

Desain itu ditandai dengan tingginya ketepatan ukuran, warna, dan motif.

Pasokan

Tak kalah penting adalah ketersediaan keramik itu. Karena jika tak memastikan benar jumlah keramik dan luasan yang akan dipasangi keramik, dapat mengakibatkan kurangnya jumlah keramik padahal produknya sangat terbatas. Ini tentunya dapat mengganggu penampilan keramik pada akhirnya.

Penempatan

Keramik yang digunakan untuk interior dan eksterior rumah sangat berbeda. Ini disesuaikan dengan beban dan gesekan yang diterima lantai. Untuk menutup lantai interior rumah, Anda dapat memilih keramik yang memiliki permukaan mengkilap.

Sedangkan, untuk bagian eksterior rumah, keramik dengan permukaan kasar lebih dianjurkan. Keramik jenis ini lebih tahan gesekan dan permukaannya tidak licin. Keramik dengan permukaan kasar pun cocok digunakan untuk tempat-tempat umum (public area).


Jumat, 16 Maret 2012

Keramik Yang Kian Apik




Sejak manusia mengenal api, peradaban berjalan lebih cepat. Api dimanfaatkan untuk menunjang mata pencaharian. Perkakas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dibuat lebih baik dengan menggunakan api.

Sejak 2.000 tahun sebelum Masehi, bangsa Yunani telah membuat peralatan dari bahan nonlogam (tanah liat) yang dipadatkan dengan cara dibakar. Mereka menyebutnya sebagai keramikos. Di daratan China, kegiatan serupa juga dilakukan. Namun, keramik-keramik yang dibuat masyarakat China, lebih banyak ditujukan untuk kepentingan perdagangan dan seni.

Keramik seolah tak punya usia. Kilaunya membuat mata tersihir. Teksturnya yang halus membuat jatuh hati. Dipasang sebagai lantai atau pelapis dinding sama-sama memukau.

Kini, keramik hadir dengan beragam desain dan ukuran. Malah, motifnya banyak yang sudah mengadopsi wallpaper cantik. Dengan memanfaatkan peralatan cetak berteknologi tinggi, keramik sekarang banyak diproduksi tanpa bingkai sehingga ketika dipasang akan menimbulkan kesan menyatu.

Kita juga dikenalkan dengan istilah inserto. Itu merupakan keramik bercorak, yang umumnya dipasang di antara susunan keramik polos. Hasilnya, dinding terlihat seperti menggunakan wallpaper.

Model-model keramik mirip wallpaper ini memang tengah naik daun. Alasannya, ya cantik, ya praktis. Namun, bila ingin menerapkannya di rumah, sebaiknya model ini tidak dipasang menyeluruh pada ruangan. Cukup dipasang sebagai aksen pada satu bidang dinding, misalnya di belakang televisi di ruang keluarga. Kalau dipasang menyeluruh di semua bidang ruangan, model keramik ini justru akan terlihat norak dan kurang elegan.

Selain coraknya, ukuran keramik juga beragam sehingga bisa lebih kreatif dalam pemasangannya. Ukuran yang relatif baru dan unik untuk keramik, semisal 20 cm x 50 cm, 25 cm x 45 cm, 25 cm x 33,3 cm, atau 60 cm x 60 cm.

Namun, bila ingin ruangan terlihat tinggi, Anda bisa memasang keramik ukuran 25 cm x 45 cm secara vertikal. Sedangkan dengan memasangnya secara horizontal akan memberi kesan luas pada ruangan.

Ukuran keramik yang tak umum ini dapat menjadi pusat perhatian pada ruangan. Ada begitu banyak model keramik di pasaran yang membuat harganya semakin murah. Peralatan untuk merawat keramik pun kian lengkap dan murah.

Material Batu Makin Beragam




Penggunaan material batu sebagai pelengkap area eksterior hunian makin beragam. Material-material ini ditentukan fungsi, corak, tekstur dan keamanan yang dapat digunakan untuk mempercantik lantai atau dinding rumah Anda. Apa saja pilihannya?

Batu Mozaik
Batu mozaik dapat diterapkan pada stepping stone, untuk pijakan kaki di teras dan halaman. Berbagai macam jenis bebatuan dapat diaplikasikan karena prinsipnya menggunakan kombinasi berbagai jenis batu. Ketebalannya berkisar 2-5 sentimeter.

Batu Andesit
Batu andesit sudah banyak digunakan untuk dinding eksterior. Misalnya pada dinding deras maupun dinding pagar. Warnanýa abu-abu kehitaman. Motifnya bisa diletakkan secara horizontal, motif alur, motif napoli, atau motif catur.

Batu Paras
Batu ini merupakan batu alam yang biasa diolah dengan cara diukir dan dipahat. Modul pahatan biasanya seluas 1 meter x 1 meter. Modul yang telah diukir kemudian dimanfaatkan di area-area dinding, sebagai ornamen penghias dinding. Bisa juga untuk pengganti bukaan dengan celah sedikit. Untuk partisi atau pemisah ruang, hingga tempat meletakkan lampu eksterior.

Batu unik lain
Batu-batu unik lainnya yang bisa diaplikasikan adalah batu monster, bata ekspos, dan batu palimanan. Batu monster atau disebut batu curig ini berbentuk menyerupai spons dengan banyak rogam di dalamnya. Bata ekspos terbentuk dari batu bata yang sudah dipecah hingga berbentuk remah-remah kemudian dicetak ulang. Sementara batu palimanan memiliki keunikan motif yang akan terlihat setelah dibelah.

Kamis, 15 Maret 2012

Parket Laminate, Praktis dan Tahan Gores




Bila Anda bertandang ke toko bangunan, atau berjalan-jalan di pameran material, Anda mungkin mendengar istilah parket laminate untuk penutup lantai. Benda apakah sebenarnya ini?

Parket laminate bisa dibilang merupakan pengembangan dari parket (lantai kayu). Dulu, sewaktu kayu masih tersedia dalam jumlah banyak, lantai kayu terbuat dari kayu solid. Tapi ketika kayu mulai langka, di situlah inovasi mulai menyala. Muncul apa yang disebut parket laminate.

Parket laminate terbuat dari beberapa lapis material (karena itu digunakan kata-kata laminate) yang direkatkan jadi satu. Umumnya ada 4 lapisan pembentuknya.

Paling bawah adalah lapisan pelindung—biasanya melamin—yang berfungsi melindungi kayu dari kelembaban yang ditimbulkan lantai yang sudah ada (lantai di bawahnya). Lapisan di atasnya adalah bahan utama—biasanya MDF (medium density fiberboard) atau HDF (high density fiberboard). Lapisan di atasnya lagi adalah material dekoratif. Karena MDF dan HDF memiliki permukaan polos (tidak bermotif), maka dibutuhkan motif kayu buatan agar tampilan lantai terlihat seperti kayu alami. Lapisan bermotif kayu ini biasanya terbuat dari resin. Terakhir, lapisan paling atas adalah film transparan yang kuat dan berfungsi sebagai pelindung. Dengan adanya lapisan film ini, parket laminate lebih tahan gores dan tahan air dibandingkan parket kayu solid.

Kelemahan parket laminate, karena terbuat dari kayu serbuk, ia tidak terlalu kuat menahan beban dibandingkan kayu solid. Karena itu bahan ini cocok digunakan untuk ruang-ruang yang tidak terlalu menanggung banyak beban, misalnya ruang tidur atau ruang tamu. Parket laminate biasanya tersedia dalam 2 macam ketebalan, yaitu 8 mm dan 12 mm.

Untuk kemudahan pasang, parket laminate didesain dengan sistem interlocking antara lidah dan ceruk. Pada satu keping, sisi sebelah kirinya adalah lidah dan sisi sebelah kanannya adalah ceruk; sisi atasnya lidah dan sisi bawahnya ceruk. Cara memasangnya adalah memasukkan lidah keping yang satu ke dalam ceruk keping yang lain.

Ini berbeda dengan pemasangan keramik yang setiap kepingnya harus direkatkan pada lantai yang ada di bawahnya. Di sini perekat juga dibutuhkan, tapi hanya untuk menempelkan antara satu keping dengan keping lainnya (lem dioleskan pada bagian lidah dan ceruk).

Dengan cara ini, pemasangan parket laminate menjadi lebih mudah, seperti memasang puzzle. Dan selain itu, karena tidak perlu direkatkan ke lantai bawahnya, penutup lantai ini bisa diaplikasikan pada lantai yang sudah ditutup keramik atau bahan lainnya.